Rabu, 09 Oktober 2019

SOP Penerimaan Pasien Baru di IGD yang Harus Kamu Tau


Setiap harinya, pihak rumah sakit akan kedatangan pasien yang harus diberikan perawatan cepat karena kondisinya yang buruk. SOP adalah upaya untuk meningkatkan  pelayanan cepat tanggap ketika ditempat kejadian perkara, selama perjalanan, atau bahkan ketika sudah berada di rumah sakit. Tentunya peningkatan jumlah pasien gawat darurat, membuat pihak rumah sakit memerlukan penanganan tepat untuk pasiennya,berikut prosedurnya.

Prosedur Untuk Menerima Pasien Di IGD

1.  Prosedur Penerimaan Pasien Baru

Setiap pasien yang baru diterima oleh pihak IGD rumah sakit, akan ditempatkan di penerimaan pasien baru (TTP). Setelah itu, pasien akan diwawancarai oleh petugas untuk mendapatkan identitas diri, dimana identitas ini untuk mengisi formulir ringkasan bagi riwayat klinik. Kemudian pasien akan mendapatkan nomer yang berfungsi sebagai kartu pengenal. Kartu pengenal ini sebaiknya dibawa setiap kali berkunjung ke rumah sakit yang sama di lain waktu. 

2. Prosedur Pasien Kunjungan Lama

Pasien lama sesuai dengan SOP adalah  akan ditempatkan di tempat yang berbeda yaitu tempat penerimaan pasien lama (TPPL). Kemudian pasien akan diwawancarai mengenai poliklinik yang akan dituju. Proses selanjutnya pasien akan dipersilahkan menuju poliklinik untuk menunggu giliran. Pasien lama dibedakan menjadi dua, yaitu pasien yang datang karena sudah ada perjanjian, dan pasien yang datang karena keinginannya sendiri.

3. Kemungkinan Setelah Pasien Mendapatkan Pelayanan

Setelan mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan, pasien yang dirasa cukup sehat akan diperbolehkan untuk pulang. Sebelum pulang, pasien biasanya akan diberikan sebuah slip perjanjian sebagai tanda pasien harus kembali pada tanggal yang telah ditetapkan. Khusus untuk pasien yang diminta kembali, harus melapor ke TPP.  Pasien yang telah mendapatkan perawatan, tersebut, memiliki banyak kemungkinan.
Pihak rumah sakit tidak memilik alat atau tenaga medis memadai untuk menangani penyakit tertentu, menurut SOP adalah pasien akan dirujuk menuju rumah sakit lain. Bagi pasien yang membutuhkan perawatan secara intensif, pasien diharuskan menuju ruang perawatan. Untuk rekam medis pada pasien rawat inap, harus kembali ke ruang perawatan jika selesai digunakan. 

4. Prosedur Penerimaan Pasien Rawat Inap

Bagian untuk menerina pasien khusus awat inap dinamakan Admitting Office atau Central Opname, dimana fungsinya untuk menerima pasien yang ingin dirawat di rumah sakit. Untuk menerima pasien harus disesuikan dengan keperluan dan kebutuhan sang pasien. Peningkatan pada jumlah pasien, mengharuskan pimpinan rumah sakit untuk lebih memberikan secara konstan dalam SOP penerimaan pasien yang terbaik. 

5. Aturan  Dalam Penerimaan Pasien Rawat Inap

Untuk bagian penerimaan pasien, menurut SOP adalah tanggung jawab untuk mencatat segala informasi yang berkenaan dengan pasien. Kemudian bagian penerimaan pasien juga harus memberikan laporan kepada bagian lain setelah pasien diterima untuk melakukan perawatan. Semua bagian harus saling konfirmasi apakah pasien sudah diperbolehkan pulang atau belum, dan jangan lupa mencatat lengkap segala peralatan yang disediakan maupun yang  telah dipakai. 

6. Pembagian Pasien Yang Memerlukan Perawatan Lebih

Pasien yang dianjurkan untuk rawat inap, dibagi menjadi tiga kelompok. Untuk kelompok pasien pertama pasien urgen,  sehingga perlu perawatan segera agar kondisi  tidak semakin parah. Yang kedua adalah pasien yang urgen namun tidak memerlukan perawatan langsung, sehingga bisa masuk dalam daftar tunggu. Dan yang terakhir adalah pasien yang tidak urgen, menurut SOP adalah bolehnya penundaan perawatan karena tidak perpengaruh pada kondisi kesehatan pasien.
Masyarakat menuntut penambahan kualitas pada pelayanan keperawatan. Bahkan beberapa rumah sakit nampaknya sudah penerapan SOP khusus untuk penerimaan pasien baru, walaupun pelaksanaannya belum maksimal. Penerimaan pasien menjadi salah satu bentuk pelayanan yang diberikan oleh pihak medis yang melibatkan keluarga dan pasien, yang mampu mempengaruhi kualitas dalam pelayanan.

Tidak ada komentar:
Write komentar